Pencanangan Kampung Keluarga Berencana Oleh Bupati Bantul

Launching Kampung Keluarga Berencana (KB) dilaksanakan di Dusun Dingkikan Desa Argodadi Kecamatan Sedayu. Senin (6/3). Berlangsung semarak, suguhan Tari Cobro Salisiswo yang dibawakan anak-anak dan penampilan Group Hadroh Dusun Dingkikan, ikut serta menyemarakkan suasana penyambutan Bupati Bantul.

Pencanangan Kampung KB merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden Republik Indonesia agar manfaat Program KB dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil dan wilayah nelayan di seluruh tanah air.

Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Bupati Bantul, Komisi B DPRD Kabupaten Bantul, Dinas PPKBPMD Bantul, Kasdim 0729 Bantul, Perwakilan BKKBN DIY, Jajaran Muspika Kecamatan Sedayu, Lurah Desa se Kecamatan Sedayu, Kepala Kadus Dingkikan dan segenap tamu undangan.

Camat Sedayu Lies Ratriana Nugrohowati, S.IP, M.Si. dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kecamatan Sedayu dan warga Dusun Dingkikan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Bantul dan segenap tamu undangan, dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas ditunjuknya Dusun Dingkikan sebagai tempat Pencanangan Kampung KB. Semoga momentum ini dapat memotivasi warga, dan dengan program-program pemerintah yang lain yang bersinergi dengan keluarga berencana, kualitas hidup masyarakat akan meningkat dan kesehjateraan akan membaik terutama bagi keluarga prasejahtera, harap Camat Sedayu.

Di sisi lain Camat Sedayu menjelaskan, bahwa di Dusun Dingkikan ini terdapat 129 kepala keluarga prasejahtera, untuk itu perlu langkah nyata dan partisipasi aktif stake holder, berbagai program jajaran OPD Kabupaten Bantul yang terkait, peran serta dunia swasta dan masyakat ikut menunjang keberhasilan program kelurga berencana ini. Semoga untuk 6 bulan kedepan ketika dievaulasi program bisa dilihat hasilnya, kata Camat Sedayu.

Masih dalam rangkaian Acara Pencanangan Keluarga Berencana, disampaikan pula Profil Desa Argodadi oleh Lurah Desa Argodadi Prayitno, disambung dengan Deklarasi Bebas Buang Air Besar Di Sungai oleh para Pamong Desa Argodadi.

Sementara itu Bupati Bantul Drs. H. Suharsono mengatakan, rasa syukur dan bangganya akan apa yang telah diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, beragam penghargaan dari Pemerintah Pusat yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemerintahan telah kita raih, semoga dengan penghargaan itu semakin memotivasi untuk mempertahankan dan mengembangkan program-program pemerintah yang inovatif dan kreatif.

Disisi yang lain Bupati Suharsono menjelaskan, pembangunan harus dilakukan secara merata, seharusnya pembangunan wilayah diusulkan waktu musrenbang oleh jajaran perangkat desa/kecamatan. Usulan-usulan pembangunan dari bawah merupakan kondisi riil di lapangan dan ditindaklanjuti untuk dianalis, direncanakan dan dilakukan program pembangunan dengan skala prioritas. Melihat dinamika warga Bantul yang sedemikian dinamis. Masyarakat Bantul tentunya memerlukan tempat untuk berolahraga dan bersantai, kedepan saya programkan untuk membenahi Jalan Protokol di Bantul untuk kawasan Car Free day CFD), kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati Bantul Drs. H. Suharsono mengatakan, mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas terlaksanannya Pencanangan Kampung Keluarga Berencana di Dusun Dingkikan tersebut. Amanat Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai Dasar Pelaksanaan Program kependudukan dan Keluarga Berencana dan tidak terbatas pada masalah pembangunan keluarga berencana dan keluarga sejahtera saja, namun juga menyangkut masalah pengendalian penduduk, kata Bupati.

Dalam arahannya Bupati Bantul Suharsono menjelaskan, kampung KB adalah suatu wilayah setingkat RW, Dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan keluarga berencana dan pemberdayaan keluarga dengan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

Keluarga sebagai masyarakat terkecil, idealnya harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang harmonis, peran orang tua sebagai figur dihadapan anak-anaknya harus mampu memberikan contoh yang baik, berbudi pekerti yang baik dan santun bagi sesama, tambah Bupati. (rch)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *